10 Sep 2013

Pitra Yadnya (Pengabenan) I Ketut Sumanasa : Ibu - Ibu dan Banten Upacara

Salah satu kegiatan yang cukup seru untuk diikuti dalam tradisi budaya Hindu Bali adalah mempersiapkan seluruh prasarana sembahyang dalam bantuk banten (berbagai macam simbol dan persembahan) yang nanti nya akan digunakan sebagai sarana upacara. Banten ini merupakan simbol sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas semua karunia dan memohon agam perjalan upacara dan leluhur bisa berjalan dengan baik dan lancar.



Banten ini akan dipersembahkan kepada 3 elemen penting dalam kehidupan yaitu Tuhan, Manusia, Lingkungan sekitar dan Butha. Unsur-unsur ini lah yang perlu disucikan dan di doakan agar semua nya dapat berjalan lancar. Memang ini merupakan prosesi yang tidak sederhana dan memerlukan effort tenaga dan biaya yang cukup lumayan, tetapi ini lah bentuk penghormatan kita yang terakhir kepada orang tuaa dan leluhur kita di Bali.


Pada hari ke 2 persiapan acara Ngaben di Bali, pesanan banten sudah mulai berdatangan dengan di bawa oleh para ibu-ibu yang bertugas, unik nya mereka tidak ada yang membawa banten dengan tangan semua di bawa di atas kepala untuk menjaga kesucian dan tradisi "Ngajaang Banten" tersebut. Selain banten juga ada simbol-simbol dari kakek dan nenek saya yang di buat seakan sebagai perwujudan asli kakek nenek saya. Bahkan kami sekeluarga masih menyediakan makanan dan minuman kesukaan mereka. Baju-baju baru yang kami belikan sebagai simbol bahwa mereka masih diperlakukan sama ketika mereka hidup. 


Setelah para ibu-ibu selesai meletakan banten pada tempat nya mereka dipersilahkan duduk dan menikmati makan siang yang sudah disediakan oleh keluarga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar